Setelah pemilihan legislatif usai 9 April lalu, walau masih dipenuhi berbagai protes dan cacian terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dinilai tak becus dalam pelaksanaan Pemilu tersebut… kita sekarang kembali dipusingkan dengan pemilihan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres).
Kenapa… karena sejumlah partai saat ini saling melobi, menjual janji-janji tuk meraih posisi orang nomor satu dan dua di negara tercinta ini.
Meski bisa diprediksi dari sekarang, tapi bursa Capres dan Cawapres saat ini semakin menarik perhatian banyak orang.
Kenapa bisa diprediksi… karena dipastikan sipil-militer tetap mendominasi pemilihan presiden dan wakil presiden pada Pemilu tahun ini.
Kita tahu bersama, SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) dan JK (Jusuf Kalla) sudah bercerai. Tentunya, SBY akan mencari pigur Cawapres yang kalo bisa tetap disukai dan dekat dengan para pengusaha (sprt JK). Sedangkan JK, bakal mencari figur militer yang bisa menyaingi SBY yang otomatis sudah mengakar di dunia militer.
Kalo pigur militer yang saat ini sedang bergelut di dunia politik, kita tahu ada Prabowo (Partai Gerindra), Wiranto (Partai Hanura), dan Sutiyoso (yang diusung partai kecil Partai Indonesia Sejahtera).
Tapi… kalau pigur pengusaha atau orang yang pro dunia usaha sedikit sekali yang populer di mata masyarakat. Sebut saja, Sutrisno Bachir (Partai Amanat Nasional), Sultan Hamengkubowono X, dan Akbar Tandjung (keduanya dari Partai Golkar).
Nah… kalo Megawati (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) jadi berduet dengan Prabowo, JK gandeng Wiranto jadi Cawapresnya. Tinggal SBY yang bakal bingung cari Cawapres yang bisa diterima para pengusaha. Sebab, dari tahun ke tahun suara pengusaha tetap mendominasi susunan kabinet.
Mungkihkan, SBY mengajak Sultan sebagai wakilnya? Sebab, kalo Capres Partai Demokrat itu menjatuhkan pilihannya kepada Cawapres dari Partai Keadilan Sejahtera sepertinya suara pengusaha akan bergeser ke rivalnya, karena calon dari PKS kurang diminati pengusaha.
Kalau boleh saran sih… sebaiknya SBY mengajak Cawapres yang bisa memecah suara dari Partai Golkar maupun PDIP yang diterima para pengusaha.
Siapakah kira2 figur tersebut????
Recent Comments